.:Followers:.

Wednesday, April 25, 2012

Kekanda Adinda


Jangan tanya. Entah mengapa, hati rasa terusik saat 'terserempak' dengan dialog ini:



'Aku pilih kamu.
Moga setia di hati, dan aku setia padamu.'

“Setapak melangkah, dua langkah ingatan kanda pada dinda.”

“Adinda bersumpah, 
jikalau kekanda tidak kembali, adinda akan menyusul kekanda. 
Meminjak pada tanah yang sama. 
Bernafas pada udara yang sama.”

“Layar berbelok-belok, sauh dibungkar di tempat tenang. 
Yang tinggal hati tak elok. Yang pergi hati tak tenang. 
Bila sampai waktunya, kita akan bersama.”




Allah. Belajar Eika, belajar~
Heh. Ini betul-betul picisan. =,=

2 comments:

Che Din said...

Terngiang-ngiang, nyanyian santai Loque-Atilia. hehe.

Eika Fereizya SM said...

Hehe. Mahu saja Eika berbahasa seperti dalam dialog ini dengan 'seseorang' itu nanti~ Ohohoho *Memain ja

[Apabila terkuaknya pintu kejahilan, mencurah-curah hidayah masuk melaluinya..]